Kamis, 19 Januari 2017

Berikut ini adalah kumpulan kata kata mutiara Islami penyejuk hati dan nasehat-nasehat bijak dari Imam Syafi'i yang patut untuk dijadikan renungan serta motivasi dalam kehidupan.

“Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.” ( kata Bijak Islami Imam Syafi’i )

“Kesabaran adalah akhlak mulia, yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan.”( Imam Syafi’i )

“Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan. Melihat dan berpikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan. Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati. Maka, berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju ke depan.” ( kata kata bijak islam Imam Syafi’i )

“Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu; dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu.” ( Imam Syafi’i )

“Barangsiapa jika engkau menyenangkannya, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu. Begitu juga ketika kau membuatnya marah, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu.”
( kata2 bijak islami Imam Syafi’i )

“Tak akan sempurna ( akal ) seorang laki-laki, kecuali dengan empat hal; beragama, amanah, pemeliharaan dan penjagaan diri, serta ketenangan dan ketabahan.” (Nasehat bijak Imam Syafi’i)

“Sebaik-baik harta simpanan adalah taqwa, dan sejelek-jeleknya adalah sikap permusuhan.”
( Imam Syafi’i )

“Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.”
( kata mutiara islami Imam Syafi’i )

“Keluarga manapun yang wanita-wanitanya tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang bukan anggota keluarga, dan laki-lakinya tidak pernah bertemu dengan wanita-wanita yang bukan dari keluarganya, niscaya akan ada dari anak-anak mereka yang bodoh (kuper).” (Imam Syafi’i )

“Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.” ( kata kata mutiara islami Imam Syafi’i )

“Barangsiapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah, maka dia tak ubahnya keledai, dan barangsiapa yang diminta keridhaannya namun tidak ridha, maka dia adalah syetan.” ( nasehat bijak Imam Syafi’i )

Kedermawanan dan kemuliaan adalah dua hal yang dapat menutupi aib. ( Imam Syafi'i)

“Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.”
(kata bijak islam Imam Syafi’i )

“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.” (motivasi islami Imam Syafi’i)

“Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.” (Imam Syafi’i)
“Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah swt.” (Imam Syafi’i)

“Karakter umum manusia adalah pelit, termasuk hal yang menjadi kebiasaannya adalah apabila ada orang yang mendekatinya, maka ia akan menjauhinya, dan apabila ada orang yang menjauh darinya, iapun akan mendekati orang itu.”
( mutiara islami Imam Syafi’i )

“Janganlah kamu berkonsultasi kepada orang yang di rumahnya tidak terdapat makanan, karena hal tersebut menandakan tidak berfungsinya akal mereka.” (Imam Syafi’i )

“Bukanlah orang yang berakal itu manakala dihadapkan kepadanya perkara yang baik dan perkara yang buruk, lantas ia memilih yang baik, akan tetapi dikatakan orang berakal apabila dihadapkan kepadanya dua hal yang buruk lantas ia memilih yang paling ringan keburukannya di antara keduanya.” ( Kata kata bijak islami Imam Syafi’i )

“Perdebatan dalam agama akan mengeraskan hati dan menimbulkan rasa dendam. “ (Imam Syafi’i)


“Jika engkau mendengar sesuatu yang engkau benci tentang sahabatmu, maka jangan tergesa-gesa untuk memusuhinya, memutus tali persahabatan, dan kamu menjadi orang yang telah menghilangkan suatu keyakinan dengan keraguan. Tetapi temuilah dia! Dan katakan kepadanya, “Aku mendengar kamu melakukan ini dan itu….?” Tentunya dengan tanpa memberitahukan kepadanya siapa yang memberi informasi kepadamu.

 Jika ia mengingkarinya, maka katakan kepadanya, “Kamu lebih jujur dan lebih baik”, cukup kalimat itu saja dan jangan menambahi kalimat apapun. Namun jika ia mengakui hal itu, dan ia mengemukakan argumentasinya akan hal itu, maka terimalah.” (Imam Syafi’i)

“Siapa yang menginginkan khusnul khotimah di penghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.”(nasehat bijak islam Imam Syafi’i )

“Sesungguhnya Hasad itu terlahir dari suatu kehinaan, lekatnya tabiat, perubahan struktur tubuhnya, runtuhnya temperatur tubuh dan lemahnya daya nalarnya.” (kata kata mutiara kehidupan Imam Syafi’i)

“Orang yang paling zhalim adalah mereka yang melakukan kezhaliman itu pada dirinya sendiri. Bentuk kezhaliman itu adalah : 
• orang yang bersikap tawadhu’ ( rendah hati) di depan orang yang tidak menghargainya.

• Menumpahkan kasih sayangnya kepada orang yang tidak ada nilai manfaat.
• Mendapat pujian dari orang yang tidak dikenalnya. ( Imam Syafi’i )


“Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap.


"Sesungguhnya orang bodoh itu melihat sesuatu yang paling jelek dalam dirinya, kemudian ia berkeinginan untuk menumpahkannya dalam diri kalian, andaikan kalimat yang terlontarkan dari orang bodoh itu dikembalikan kepadanya, niscaya orang yang mengembalikan itu akan merasa bahagia, begitu juga dengan kehinaan bagi orang yang melontarkannya.”
( Imam Syafi’i )


“Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.” (Imam Syafi’i)


“Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena ( sulitnya ) ia belajar, dan tidak menyukai pelajaran.” ( Imam Syafi’i )


“Sejelek-jelek bekal menuju ke alam akhirat adalah permusuhan dengan sesamanya.”
( Imam Syafi’i )


“Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.” (Imam Syafi’i)


“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.” (Imam Syafi’i)


“Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.” (kata2 bijak islam dari Imam Syafi’i )

“Jika engkau mendengar sesuatu yang engkau benci tentang sahabatmu, maka jangan tergesa-gesa untuk memusuhinya, memutus tali persahabatan, dan kamu menjadi orang yang telah menghilangkan suatu keyakinan dengan keraguan. Tetapi temuilah dia! Dan katakan kepadanya, “Aku mendengar kamu melakukan ini dan itu….?” Tentunya dengan tanpa memberitahukan kepadanya siapa yang memberi informasi kepadamu. Jika ia mengingkarinya, maka katakana kepadanya, “Kamu lebih jujur dan lebih baik”, cukup kalimat itu saja dan jangan menambahi kalimat apapun. Namun jika ia mengakui hal itu, dan ia mengemukakan argumentasinya akan hal itu, maka terimalah.”
( Kata kat Imam Syafi’i )

“Sesungguhnya Hasad itu terlahir dari suatu kehinaan, lekatnya tabiat, perubahan struktur tubuhnya, runtuhnya temperatur tubuh dan lemahnya daya nalarnya.”
( Imam Syafi’i )

“Orang yang paling Zhalim adalah mereka yang melakukan kezhaliman itu pada dirinya sendiri. Bentuk kezhaliman itu adalah :
• orang yang bersikap tawadhu’ ( rendah hati ) di depan orang yang tidak menghargainya.
• menumpahkan kasih sayangnya kepada orang yang tidak ada nilai manfaat.
• mendapat pujian dari orang yang tidak dikenalnya.
( Imam Syafi’i )

“Siapa yang menginginkan khusnul khotimah dipenghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.”
( Imam Syafi’i )

“Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap. Sesungguhnya orang bodoh itu melihat sesuatu yang paling jelek dalam dirinya, kemudian ia berkeinginan untuk menumpahkannya dalam diri kalian, andaikan kalimat yang terlontarkan dari orang bodoh itu dikembalikan kepadanya, niscaya orang yang mengembalikan itu akan merasa bahagia, begitu juga dengan kehinaan bagi orang yang melontarkannya.”
( Imam Syafi’i )

“Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.”
( Imam Syafi’i )

“Barangsiapa benar dalam berukhuwah dengan saudaranya, maka kekurangannya akan diterima, kelemahannya akan ditutup dan kesalahan-kesalahannya dimaafkan.”
( Imam Syafi’i )

“Orang yang berakal adalah mereka yang dapat menjaga dirinya dari segala perbuatan tercela.” ( Imam Syafi’i )

“Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.”
( kata Kata Imam Syafi’i )

“Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.” ( Imam Syafi’i )

“Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.” (kata bijak islam Imam Syafi’i)

“Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.” (Imam Syafi’i)

“Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.”
( kata bijak islam Imam Syafi’i )

Demikianlah artikel mengenai kumpulan kata mutiara bijak Islami tentang kehidupan dari Imam Syafi'i. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 14 Januari 2017

UNTAIAN MUTIARA HIKMAH SAYYIDIS SYEKH ABIL HASAN AS-SYADZILI

1.    ”Apabila ilmu kasyaf kamu (ilmu yang keluar dari terbukanya hati), bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka kamu harus berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits, dan tinggalkan ilmu kasyaf itu…! Katakan pada hatimu, bahwa Alloh telah menjamin untuk menjaga kita dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Alloh tidak menjamin dan bertanggung jawab menjaga kita dalam Ilmu Kasyaf, Ilmu Ilham (bisikan), Ilmu Musyahadah (melihat barang ghaib). Karena para Ulama’ telah sepakat, bahwa Ilmu Kasyaf, Ilham dan  Musyahadah itu tidak boleh diamalkan sebelum ditinjau dan disesuaikan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.”
2.    ”Apabila ada orang yang merintangi jalanmu menuju Alloh, maka kamu harus teguh pendirian. Karena Alloh berfirman,”Wahai orang-orang beriman, jika kalian bertemu dengan satu kaum, maka teguhkan pendirian kalian dan sebutlah nama Alloh yang banyak, supaya kalian menjadi orang-orang yang beruntung.”
3.    ”Setiap ilmu yang terlanjur merubah kehendak hatimu, dan kamu cenderung kepadanya dan merasa enak dengan ilmu itu, maka segera buanglah, sekalipun ilmu itu benar. Kemudian ambillah Ilmu Alloh yang telah diturunkan kepada Utusan-Nya, patuhlah kepada Utusan-Nya, Khulafaurrosyidun, para Shohabat, Tabi’in dan Imam-Imam yang ahli petunjuk, yang bebas dari pengaruh hawa nafsu. Maka kamu akan selamat dari keraguan, prasangka buruk, dan hal-hal yang membuat dusta yang menyesatkan dari petunjuk dan hakikat petunjuk.”

4.    ”Sebagian dari perkara yang paling bisa menjaga dari datangnya bala’ untuk melakukan maksiat, adalah membaca Istighfar. Karena Alloh berfirman,”Alloh tidak akan menurunkan adzab kepada penduduk, selama mereka masih mau beristighfar.”…
5.    ”Saya bertemu dengan Rosululloh SAW. Kemudian saya bertanya,”Ya Rosulalloh, apa hakikatnya المتابعة (ikut). Rosululloh menjawab “ Selalu melihat kepadaالمتبوع  (yang diikuti), disaat apa saja, ketika bersama siapa saja, dan dalam keadaan apa saja.”
6.    Kalau engkau ingin selalu jujur dalam setiap perkataan, maka perbanyaklahmembaca suroh Al-Qodr
7.    Kalau ingin ikhlas dalam segala hal, perbanyaklah membaca Suroh Al-Ikhlas
8.    Kalau ingin dipermudah mendapat rizqi, perbanyaklah membaca Suroh Al-Falaq
9.    Kalau ingin selamat, perbanyaklah membaca Suroh An-Nas
       Seorang Wali Quthub Ar-Robbany, Sayyidi Abd. Wahhab As-Sya’roni berkata “Menurut para Ulama’, paling sedikitnya kata-kata perbanyaklah bacaan, adalah 70 kali sampai 700 kali setiap hari.”

10.    ”Paling shidiqnya bacaan di sisi Alloh, adalah  لااله الا الله   dalam keadaan hati yang bersih.”
11.    ”Kalau engkau ingin punya hati yang bersih dan tidak akan menemukan kesusahan, serta ingin tidak selalu melakukan dosa, maka perbanyaklah membaca :
 سبحان الله وبحمده سبحام الله العظيم لااله الا هو اللهم ثبت علمها في قلبي واغفر لي ذنبي                             
12.    ”Janganlah sekali-kali engkau memilih sesuatu berdasarkan nafsu, tapi pilihlah yang tidak didasari nafsu.”
13.    “Para Wali itu tidak butuh pada sesuatu selain Alloh, dan selalu bersama Alloh tanpa pemikiran dan pilihan.”
14.    Ada suatu perkara yang bisa merusak beberapa amal baik, tanpa disadari oleh sebagian manusia, yaitu tidak menerima kepada qodho’ atau ketentuan Alloh.” Kemudian ada dua perkara yang tidak berbahaya oleh banyaknya kelakuan jelek, yaitu Ridho pada Takdir Alloh dan memaafkan pada hamba Alloh.”
15.    “Seorang hamba tidak akan selamat dari Neraka, kecuali ia mampu mencegah dirinya dari melakukan maksiat kepada Alloh. Ia mampu menghiasi dirinya dengan menjaga amanah Alloh, mampu membuka hatinya untuk melihat Alloh, dan ia mampu membuka lisan dan batinnya untuk munajat kepada Alloh. Ia juga bisa menyingkap tabir antara dirinya dengan sifat-sifat Alloh, dan bisa memperlihatkan ruh-ruh Kalimat Alloh di hadapan-Nya.”
16.    ”Apabila lisanmu terasa berat untuk berdzikir, engkau selalu berbuat salah dalam ucapanmu, anggota badan dibiarkan didalam syahwat, dan pintu pemikiran selalu tertutup untuk melakukan kebaikan, maka ketahuilah…! Sifat yang demikian itu menunjukkan besarnya dosa-dosa kamu, atau karena masih ada sifat munafiq di dalam hatimu. Kalau sudah demikian, maka tidak ada jalan lain bagi kamu, kecuali segera bertaubat, berbuat baik, minta perlindungan Alloh, dan harus ikhlas dalam menjalankan Agama Alloh. Ingatlah firman Alloh “Kecuali orang-orang yang mau bertaubat, berbuat baik, minta perlindungan Alloh, dan selalu ikhlas dalam menjalankan Agama Alloh. Maka orang-orang tersebut akan bersama orang-orang Mukmin.” Alloh tidak mengatakan bahwa orang tersebut termasuk orang mukmin, maka renungkanlah Firman Alloh ini, jika engkau mengerti.”

17.    ”Jika engkau sedang duduk di depan Ulama’, maka janganlah engkau berbicara dengan mereka kecuali hal-hal yang berkaitan dengan ilmu yang di nuqil dari Nash Al-Qur’an dan Hadits dari riwayat yang shohih. Baik ilmu itu bisa memberi faedah kepada mereka atau engkau bisa mengambil faedah dari mereka. Hal itu merupakan keuntungan yang sangat besar bagi engkau dari mereka. Jika engkau duduk dengan orang-orang ahli ibadah dan orang-orang zuhud, maka duduklah engkau bersama mereka dengan menampakkan sikap zuhud dan ibadah. Ikutlah terhadap apa yang dianggap baik oleh mereka, dan memberi kemudahan apa yang dianggap sulit oleh mereka. Jika engkau duduk dengan orang-orang Shiddiqin, maka pisahkan ilmu-ilmu yang telah engkau ketahui, agar engkau memperoleh ilmu yang tersimpan dari mereka.”

18.    ”Diantara paling musyaqqatnya manusia, adalah orang yang senang apabila orang lain tunduk melakukan apa yang diinginkannya, sedangkan dirinya tidak bisa melakukan sebagian yang diinginkan oleh mereka. Tuntutlah dirimu untuk bisa memuliakan orang lain, jangan engkau menuntut orang lain untuk memuliakan dirimu. Jangan memaksa apapun kepada orang lain, tapi paksalah dirimu sendiri.”
19.    ”Sungguh aku putus asa untuk bisa memanfaatkan diriku untuk diriku sendiri, maka bagaimana aku tidak putus asa untuk memanfaatkan orang lain untuk diriku ?. Aku selalu berharap baik kepada Alloh untuk orang lain, maka bagaimana aku tidak berharap baik kepada Alloh untuk diriku sendiri ?”.
20.    ”Janganlah engkau condong kepada ilmu dan kekuatan, tapi condonglah hanya kepada Alloh. Takutlah engkau…!!! Jangan sampai menyebarkan ilmu dengan tujuan supaya orang lain tunduk kepadamu. Tapi sebarkan ilmumu dengan tujuan supaya ilmu itu bisa menjadi penyebab kamu tunduk kepada Alloh.”
    

21.    Al-Imam Abul Hasan Ali Asy-Syadzili adalah seorang yang sangat Tawadhu’ (rendah hati). Diantaranya adalah beliau tidak pernah berbicara di depan orang banyak kecuali diminta. Kalau sudah diminta, beliau berbicara dengan kata-kata yang lembut yang dapat diterima oleh kalangan orang besar dan orang kecil. Hal itu dikarenakan sifat iba dan bijaksana yang dimiliki beliau, juga karena beliau menguasai ilmunya ulama’, ilmu siyasah pemerintahan dan hikmahnya ahli hukum.        Diceritakan, suatu ketika ada pertemuan para wali dan para ulama’ di Balai pertemuan kota Manshuroh dekat kota Tsughroh Dimyath. Hadir dalam pertemuan tersebut Syekh Izzuddin Bin Abd. Salam, Syekh Makinuddin Al-Asmar, Syekh Taqiyuddin Bin Daqiqil ‘Id, dan lain-lain. Mereka semua sedang membahas Risalah Al-Qusyairi. Ketika satu persatu sudah menyampaikan pendapatnya, tiba-tiba Syekh Abil Hasan As-Syadzili hadir ke tempat itu. Setelah beliau duduk, Para Wali dan Para Ulama’ berkata,”Kami ingin mendengarkan pendapat panjenengan tentang kandungan makna dalam risalah ini.” Kanjeng Syaikh berkata,” Kalian semua merupakan Para Syekh Guru-Guru besar Islam telah menyampaikan pendapat masing-masing, jadi tidak ada lagi tempat bagi saya untuk memberikan pendapat.” Mereka berkata,”Tidak wahai Syekh, Kami ingin mendengarkan pendapat panjenengan.” Selanjutnya Kanjeng Syekh memanjatkan puji kepada Alloh, kemudian memberikan pendapat dengan jelas dan gamblang. Setelah Kanjeng Syaikh selesai memberikan pendapat, Syekh Izzuddin Bin Abd. Salam yang terkenal sebagai rajanya para Ulama’ berteriak dari dalam tenda,”Ayo kesini semua untuk bersama-sama mendengarkan pendapat Syekh Abu Hasan, yang hampir dipastikan murni dari sisi Alloh.” Padahal Syekh Izzuddin sebelumnya mengingkari dengan berkata kepada masyrakat,”Apakah masih ada Thoriqoh selain Al-Qur’an dan Al-Hadits,?. Tetapi setelah berkumpul dengan Syekh Abil Hasan As-Syadzili, beliau menyatakan salut dan kagum dengan berkata,”Diantara pertanda agung yang membuktikan adanya kelompok Tashowwuf adalah bila mereka telah mampu menduduki dasar-dasar agama yang besar. Yaitu bisa menguasai karomah dan khoriqul adah (keanehan-keanehan). Seorang ahli Fiqh tidak menguasai apa-apa dari karomah dan khoriqul adah, kecuali hanya bisa menjalankan apa yang dijalankan oleh masyarakat seperti hanya tampak dari dhohirnya.”     Syekh Izzuddin setelah berkumpul dengan Syekh Abil Hasan As-Syadzili, dan telah merasakan thoriqoh yang telah dirasakan oleh masyarakat dan bisa memotong besi dengan lembaran kertas, maka beliau memuji dengan sepenuhnya pujian.
22.    ”Makanlah kalian dari makanan yang enak dan lezat, minumlah minuman yang bagus dan segar, tidurlah di kasur yang paling empuk, dan berpakaianlah dengan pakaian yang paling halus. Kalau salah satu diantara kalian melakukan hal itu kemudian berkata,”Alhamdulillah”, maka anggota tubuh kalian telah mensyukuri nikmat Alloh. Lain halnya jika salah satu dari kalian makan roti kasar dengan lalapan garam, memakai pakaian lusuh, tidur di tanah dan minum air hangat yang dipanaskan matahari, kemudian mengucapkan Alhamdulillah, padahal hal itu didorong oleh perasaan terpaksa dan murka kepada taqdir Alloh. Andaikata salah satu diantara kalian melihat dengan mata hati, maka pasti akan mengerti bahwa keterpaksaan dan kemungkaran itu akan kembali kepada perbuatan dosa bagi orang-orang yang menbuat enak-enakan di dunia dengan yakin. Padahal sesungguhnya orang yang enak-enakan di dunia itu melakukan sesuatu yang diperbolehkan oleh Alloh, tapi orang yang bersyukur dengan terpaksa dan murka itu melakukan sesuatu yang diharomkan oleh Alloh.” Keterangan ini menjadi salah satu bukti, bahwa Kanjeng Syekh itu termasuk golongan orang ahli meneliti tingkah laku hati dan termasuk ahli bersyukur.
23.    “Ikatlah nafsumu, dan kalahkanlah dengan sholat. Jika sholatmu bisa mencegah dari sesuatu yang disukai nafsu, maka engkau termasuk orang yang beruntung. Dan jika sholatmu tidak mencegahmu dari nafsu, maka hendaklah engkau menangisi keadaan dirimu. Apabila engkau terpaksa menyeret kuat kakimu untuk pergi bersholat, hendaklah engkau ingat, adakah seorang kekasih itu tiada ingin berjumpa dengan kekasihnya ?”.
24.    “Aku bertanya kepada guruku berkenaan dengan wirid orang-orang yang telah benar-benar mencapai Alloh. Guruku berkata,”Menggugurkan hawa nafsu dan mencintai Tuhannya. Dan dengan kecintaan itu, ia tercegah dari mencintai yang lain selain Alloh.”
25.    “Siapa yang ingin bersahabat dengan Alloh, mka hendaklah ia berangkat meninggalkan segala kesenangan diri. Tidak akan sampai si hamba kepada Alloh, jika masih ada pada dirinya syahwat. Dan tidak juga, jika masih ada pada dirinya segala nafsu keinginan.”
26.    “Barang siapa yang bertambah ilmu dan amlnya, tidak menyebabkannya bertambah iftiqor (memerlukan) Alloh, maka dia telah masuk ke dalam golongan orang-orang yang binasa.
27.    “Kembalilah engkau dan janganlah menentang Tuhanmu, maka engkau akan menjadi seorang Muwahhid (Ahli Tauhid). Beramallah engkau dengan menetapi rukun-rukun syari’at, maka engkau akan menjadi seorang Sunni (Seorang pengikut Rosululloh). Himpunlah dua perkara tersebut, maka engkau akan menjadi seorang ahli hakikat.”
28.    “Jika engkau ingin memperbaiki aib dirimu, maka janganlah sekali-kali kamu mengintai aib orang lain. Karena mengintai aib orang lain termasuk ke dalam cabang-cabang kemunafikan, sebagaiman husnudz dzon itu termasuk ke dalam cabang-cabang keimanan.”
29.    “Bagi orang Shufi harus mempunyai empat karakter : Pertama, berakhlak dengan akhlak Alloh (Merespons Asma’, Sifat dan Af’al Alloh dalam kehambaannya). Kedua, senantiasa berselaras dengan perintah-perintah Alloh. Ketiga, tidak mengandalkan atau menuruti hawa nafsu, karena malu kepada Alloh. Keempat, menepati hamparan jiwa dalam kefanaan yang benar ketika bersama Alloh.”
30.    “Manakala cahaya orang beriman yang suka bermaksiat dibuka, pasti akan memenuhi bekasnya di langit dan di bumi. Lalu bagaiman menurut anda hebatnya cahaya orang maukmin yang thaat ?”
31.    “Hormatilah sesama kaum mukmin, walaupun mereka sering maksiat penuh dosa. Tegakkan aturan-aturan kepada mereka, dan hampiri mereka sebagai tanda kasih-sayang, jangan sampai anda merasa muak dengan mereka.”
32.    “Jangan mengikuti jejak orang yang sangat hati-hati terhadap apa yang diraih oleh tangan orang beriman, sementara dia sangat tidak hati-hati terhadap apa yang diberikan oleh tangan kaum musyrikin. Sebab sudah diketahui, bagaimana batu jadi hitam (Hajar Aswad) karena tangan mereka.” Maksudnya, jangan mengikuti jejak orang yang belum jelas kebenaran amaliyahnya, wira’inya dan ketajaman mata hatinya.

Mutiara Hikmah Ibnu 'Athaillah dari al-Hikam dan Latha'if al-Minan

Mutiara Hikmah Ibnu 'Athaillah dari al-Hikam dan Latha'if al-Minan Sikapi ujian-Nya dengan benar. "Bisa jadi engkau memperoleh  tambahan kurnia dalam kesukaran,  apa yang dalam puasa dan solat  tidak engkau dapatkan. Bisa jadi Allah memberimu maka menolakmu,  dan bisa jadi Dia menolakmu maka memberimu. Penolakan dari Allah  terasa pedih bagimu  hanya kerana engkau tak mengerti  rahmat Allah di balik penolakan itu. Ketika Allah membukakan pintu pengertian  bagimu tentang penolakan-Nya,  maka penolakan itu pun berubah  menjadi pemberian." Jangan bergantung pada amalan,  yang menyampingkan ketentuan-Nya. "Salah satu tanda bergantung pada amal  iaitu berkurangnya harapan ketika mengalami kegagalan." Jangan berpatah harapan dari kembali pada-Nya,  hanya kerana kepahitan ujian dan dosa.  Kasih sayang-Nya mengatasi Kemurkaan-Nya, demikian  diungkap dalam suatu Hadis Qudsi. "Apabila engkau berbuat dosa,  maka itu jangan menjadi alasan keputusasaanmu  dalam menggapai istiqamah dengan Tuhan,  kerana bisa jadi  itu adalah dosa terakhir yang ditakdirkan bagimu. Tertundanya pemberian  setelah engkau mengulang-ulang permintaan,  janganlah membuatmu patah harapan.  Allah menjamin pengabulan doa  sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu,  bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri;  dan pada waktu yang Dia kehendaki,  bukan pada waktu yang engkau ingini." Sandarkan pada Allah yang Maha Mengatur dan Menentukan.  Keyakinan hanya hadir apabila  kita akui kelemahan dan kehambaan kita  di hadapan-Nya. "Apa pun bersandar pada kehendak Allah,  sementara kehendak Allah tidak bersandar pada apa pun. Tiada suatu nafas berhembus darimu  melainkan di situ takdir Tuhan berlaku padamu. Pinta tiada tertahan  selama engkau memohon kepada Tuhan.  Namun, pinta tiada mudah  bila pada dirimu sendiri engkau berserah. Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan  adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan." Leburkan nafsu, tajamkan penglihatan mata hati.  Kenali (kehambaan) diri, kenali (keagungan) Dia.  Fahami letak duduk di alam ini,  tempat diri dalam perencanaan-Nya.  Letakkan sesuatu pada tempatnya, yakni bersikap adil. "Pangkal segala maksiat, kelalaian,  dan syahwat adalah pengumbaran nafsu.  Dan pangkal segala ketaatan, kewaspadaan,  dan kebajikan  adalah pengekangan nafsu.  Bersahabat dengan orang bodoh yang  tidak memperturutkan hawa nafsunya  lebih baik bagimu daripada  bersahabat dengan orang pintar  yang memperturutkan hawa nafsunya.  Kepintaran apa lagi yang disandangkan  pada orang pintar yang selalu  memperturutkan hawa nafsunya?  Dan kebodohan apalagi  yang dapat disandangkan  pada orang bodoh  yang tidak memperturutkan hawa nafsunya? Amal yang berasal dari hati penuh keikhlasan  tidak dapat dianggap sedikit,  dan amal yang berasal dari hati penuh ketamakan  tidak dapat dianggap banyak. Jika engkau tahu bahawa syaitan  tidak pernah lupa kepadamu,  maka janganlah lupa  kepada Allah yang menguasaimu. Usahamu mengetahui  beberapa kekurangan yang tersembunyi dalam dirimu  lebih baik daripada usahamu menyingkap  perkara ghaib yang tersembunyi darimu." Bantuan secara lahiriah hadir dengan persiapan lahiriah,  sedang pencerahan nurani hadir sesuai dengan  pemurnian wadah Cahaya Ilahi, yakni hati. "Datangnya pertolongan Allah  adalah sesuai dengan persiapan,  sedangkan turunnya cahaya Allah  adalah sesuai dengan kejernihan relung batin." Syukur kepada Yang Maha Kekal, "Orang yang tidak mengetahui nilai nikmat tatkala memperolehnya,  ia akan mengetahuinya tatkala nikmat sudah lepas darinya. Siapa yang tidak mensyukuri nikmat bererti menginginkan hilangnya.  Dan siapa yang mensyukurinya berarti telah mengikatnya dengan kuat. Jika engkau menginginkan kemuliaan yang tidak bisa sirna,  maka jangan banggakan kemuliaan yang bisa sirna." ...dampingkan syukur beserta sabar, kerana: "Sangatlah jahil orang yang menginginkan terjadinya sesuatu  yang tidak dikehendaki Allah pada suatu waktu. Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan,  padahal waktunya telah tiba,  janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu.  Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu  dan memadamkan cahaya relung hatimu. " Moga tergapai hikmah di balik ujian dan kurniaan.  Bagi yang menasihat dan dinasihati: "Setiap ucapan yang meluncur pasti membawa  corak kalbu tempat asal perkataan itu. Ungkapan-ungkapan bijak adalah makanan  bagi para pendengar yang memerlukan,  dan bahagianmu hanyalah  apa yang engkau (mampu) cicipi darinya. Orang-orang memujimu  kerana apa yang mereka sangka ada pada dirimu.  Maka celalah dirimu  kerana apa yang engkau ketahui ada pada dirimu. Apa yang tersimpan dalam keghaiban hati,  akan termanifestasi pada dunia nyata. Berkat pemahaman, redha kepada Allah terwujud Hanya melalui cahaya, pemahaman akan terwujud Hanya melalui kedekatan, cahayamu akan memancar Dan hanya berkat pertolongan, kedekatan akan tersingkap." Beberapa petikan nukilan Ibn 'Athaillah,  dalam karangan-karangannya.  Atas kerelevanan dalam penyelesaian masalah,  dari dasar yang mengakar,  dari dalam-ke-luar. Sebarang keraguan,  saudara/saudari silalah jelaskan ia untuk rungkaian selanjutnya,  pada ahli yang arif - yakni 'alim ulama yang benar lagi terpercaya.  Moga dipimpin-Nya. Sikapi ujian-Nya dengan benar. "Bisa jadi engkau memperoleh  tambahan kurnia dalam kesukaran,  apa yang dalam puasa dan solat  tidak engkau dapatkan. Bisa jadi Allah memberimu maka menolakmu,  dan bisa jadi Dia menolakmu maka memberimu. Penolakan dari Allah  terasa pedih bagimu  hanya kerana engkau tak mengerti  rahmat Allah di balik penolakan itu. Ketika Allah membukakan pintu pengertian  bagimu tentang penolakan-Nya,  maka penolakan itu pun berubah  menjadi pemberian." Jangan bergantung pada amalan,  yang menyampingkan ketentuan-Nya. "Salah satu tanda bergantung pada amal  iaitu berkurangnya harapan ketika mengalami kegagalan." Jangan berpatah harapan dari kembali pada-Nya,  hanya kerana kepahitan ujian dan dosa.  Kasih sayang-Nya mengatasi Kemurkaan-Nya, demikian  diungkap dalam suatu Hadis Qudsi. "Apabila engkau berbuat dosa,  maka itu jangan menjadi alasan keputusasaanmu  dalam menggapai istiqamah dengan Tuhan,  kerana bisa jadi  itu adalah dosa terakhir yang ditakdirkan bagimu. Tertundanya pemberian  setelah engkau mengulang-ulang permintaan,  janganlah membuatmu patah harapan.  Allah menjamin pengabulan doa  sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu,  bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri;  dan pada waktu yang Dia kehendaki,  bukan pada waktu yang engkau ingini." Sandarkan pada Allah yang Maha Mengatur dan Menentukan.  Keyakinan hanya hadir apabila  kita akui kelemahan dan kehambaan kita  di hadapan-Nya. "Apa pun bersandar pada kehendak Allah,  sementara kehendak Allah tidak bersandar pada apa pun. Tiada suatu nafas berhembus darimu  melainkan di situ takdir Tuhan berlaku padamu. Pinta tiada tertahan  selama engkau memohon kepada Tuhan.  Namun, pinta tiada mudah  bila pada dirimu sendiri engkau berserah. Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan  adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan." Leburkan nafsu, tajamkan penglihatan mata hati.  Kenali (kehambaan) diri, kenali (keagungan) Dia.  Fahami letak duduk di alam ini,  tempat diri dalam perencanaan-Nya.  Letakkan sesuatu pada tempatnya, yakni bersikap adil. "Pangkal segala maksiat, kelalaian,  dan syahwat adalah pengumbaran nafsu.  Dan pangkal segala ketaatan, kewaspadaan,  dan kebajikan  adalah pengekangan nafsu.  Bersahabat dengan orang bodoh yang  tidak memperturutkan hawa nafsunya  lebih baik bagimu daripada  bersahabat dengan orang pintar  yang memperturutkan hawa nafsunya.  Kepintaran apa lagi yang disandangkan  pada orang pintar yang selalu  memperturutkan hawa nafsunya?  Dan kebodohan apalagi  yang dapat disandangkan  pada orang bodoh  yang tidak memperturutkan hawa nafsunya? Amal yang berasal dari hati penuh keikhlasan  tidak dapat dianggap sedikit,  dan amal yang berasal dari hati penuh ketamakan  tidak dapat dianggap banyak. Jika engkau tahu bahawa syaitan  tidak pernah lupa kepadamu,  maka janganlah lupa  kepada Allah yang menguasaimu. Usahamu mengetahui  beberapa kekurangan yang tersembunyi dalam dirimu  lebih baik daripada usahamu menyingkap  perkara ghaib yang tersembunyi darimu." Bantuan secara lahiriah hadir dengan persiapan lahiriah,  sedang pencerahan nurani hadir sesuai dengan  pemurnian wadah Cahaya Ilahi, yakni hati. "Datangnya pertolongan Allah  adalah sesuai dengan persiapan,  sedangkan turunnya cahaya Allah  adalah sesuai dengan kejernihan relung batin." Syukur kepada Yang Maha Kekal, "Orang yang tidak mengetahui nilai nikmat tatkala memperolehnya,  ia akan mengetahuinya tatkala nikmat sudah lepas darinya. Siapa yang tidak mensyukuri nikmat bererti menginginkan hilangnya.  Dan siapa yang mensyukurinya berarti telah mengikatnya dengan kuat. Jika engkau menginginkan kemuliaan yang tidak bisa sirna,  maka jangan banggakan kemuliaan yang bisa sirna." ...dampingkan syukur beserta sabar, kerana: "Sangatlah jahil orang yang menginginkan terjadinya sesuatu  yang tidak dikehendaki Allah pada suatu waktu. Tak terjadinya sesuatu yang dijanjikan,  padahal waktunya telah tiba,  janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu.  Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu  dan memadamkan cahaya relung hatimu. " Moga tergapai hikmah di balik ujian dan kurniaan.  Bagi yang menasihat dan dinasihati: "Setiap ucapan yang meluncur pasti membawa  corak kalbu tempat asal perkataan itu. Ungkapan-ungkapan bijak adalah makanan  bagi para pendengar yang memerlukan,  dan bahagianmu hanyalah  apa yang engkau (mampu) cicipi darinya. Orang-orang memujimu  kerana apa yang mereka sangka ada pada dirimu.  Maka celalah dirimu  kerana apa yang engkau ketahui ada pada dirimu. Apa yang tersimpan dalam keghaiban hati,  akan termanifestasi pada dunia nyata. Berkat pemahaman, redha kepada Allah terwujud Hanya melalui cahaya, pemahaman akan terwujud Hanya melalui kedekatan, cahayamu akan memancar Dan hanya berkat pertolongan, kedekatan akan tersingkap." Beberapa petikan nukilan Ibn 'Athaillah,  dalam karangan-karangannya.  Atas kerelevanan dalam penyelesaian masalah,  dari dasar yang mengakar,  dari dalam-ke-luar. Sebarang keraguan,  saudara/saudari silalah jelaskan ia untuk rungkaian selanjutnya,  pada ahli yang arif - yakni 'alim ulama yang benar lagi terpercaya.  Moga dipimpin-Nya.

Wasiat Nasehat Ibnu 'Atha illah Assakandari.

Wasiat Nasehat Ibnu 'Atha illah Assakandari.

"Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal shaleh siang maupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah 'Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi.
Oleh karena itu beramallah sesuai kekuatanmu. Perbaikilah masa lalumu dengan banyak berdzikir, sebab tidak ada amal yang lebih mudah dari dzikir. Dzikir dapat kamu lakukan ketika berdiri, duduk, berbaring maupun sakit. Dzikir adalah ibadah yang paling mudah.
Rasulullah saw bersabda :
وليكن لسانك رطبا بذكر اللّه
Dan hendaklah lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah swt.
Bacalah secara berkesinambungan doa' dan dzikir papa pun yang mudah bagimu. Pada hakikatnya engkau dapat berdzikir kepada Allah swt adalah karena kebaikannya. Ia akan mengaruniamu…..

"Ketahuilah, sebuah umur yang awalnya disia-siakan, seyogyanya sisanya dimanfaatkan. Jika seorang ibu memiliki sepuluh anak dan sembilan diantaranya meninggal dunia. Tentu ia akan lebih mencintai satu-satunya anak yang masih hidup itu. Kamu telah menyia-nyiakan sebagian besar umurmu, oleh karena itu jagalah sisa umurmu yang sangat sedikit itu.
Demi Allah, sesungguhnya umurmu bukanlah umur yang dihitung sejak engkau lahir, tetapi umurmu adalah umur yang dihitung sejak hari pertama engkau mengenal Allah swt.

"seseorang yang telah mendekati ajalnya ( berusia lanjut ) dan ingin memperbaiki segala kekurangannya di masa lalu, hendaknya dia banyak membaca dzikir yang ringkas tetapi berpahala besar. Dzikir semacam itu akan membuat sisa umur yang pendek menjadi panjang, seperti dzikir yang berbunyi :
سبحان اللّه العظيم وبحمده عدد خلقه ورضانفسه وزنة عرشه ومداد كلماته
Maha suci Allah yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya, ( kalimat ini kuucapkan ) sebanyak jumlah ciptaan-Nya, sesuai dengan yang ia sukai, seberat timbangan Arsy-Nya dan setara dengan jumlah kata-kata-Nya.
Jika sebelumnya kau sedikit melakukan shalat dan puasa sunah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah saw. Andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis ketaatan dan kemudian Allah swt bershalawat kepadamu sekali saja, maka satu shalawat Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau bershalawat kepada Rasulullah sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah swt bershalawat kepadamu sesuai dengan kebesaran-Nya. Ini jika Allah swt bershalawat kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah swt membalas setiap shalawatmu dengan sepuluh shalawat sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadits Shahih?
Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan ketaatan kepada Allah swt, dengan berdzikir kepada-Nya dan bershalawat kepada Rasulullah saw."

"Orang yang menggunakan masa sehatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar, kemudian ia gunakan semua uang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnya?
Kamu gunakan masa sehatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling mencari bangkai, dimana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat.
Jadilah seperti tawon, kecil tetapi memiliki cita-cita yang mulia. Ia hisap wewangian dan ia produksi madu yang enak.
Engkau sudah terlalu lama bergelimang kemaksiatan, kini terjunlah ke dalam hal-hal yang dicintai Allah 'Azza wa Jalla.
Telah kujelaskan hakikat permasahan ini kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai rencana. Sebab wanita yang kurang waras akalnya ketika putranya mati, ia justru tertawa. Begitu pula dirimu, engkau tinggalkan shalat malam, puasa sunah dan berbagai amal shaleh lain yang dapat kau kerjakan dengan seluruh anggota tubuhmu, tetapi tidak sedikitpun engkau merasa sakit. Kelalaian telah membunuh hatimu. Orang hidup akan merasa sakit ketika tertusuk jarum, akan tetapi, sesosok mayat tidak akan merasa sakit meskipun tubuhnya di potong-potong dengan sebilah pedang.
Saat ini hatimu sedang mati, karena itu duduklah di majelis yang penuh hikmah,sebab, di dalamnya terdapat hembusan karunia dari surga. Hembusan karunia itu dapat kamu temukan di rumahmu, di perjalananmu. Jangan tinggalkan majelis hikmah ( majelis ilmu ), andaikata dirimu masih melakukan banyak maksiat, jangan berkata :
Apa manfaatnya aku datang ke majelis ilmu, sedangkan aku senantiasa bermaksiat dan tidak mampu meninggalkannya.
Akan tetapi, lepaskan busur panahmu selalu, jika hari ini tidak tepat sasaran, bisa jadi besok tepat sasaran."

"Engkau hendaknya berpikir untuk melakukan amal sebaik mungkin, bukan sebanyak mungkin. Banyak amal jika tidak dilakukan dengan baik adalah seperti pakaian yang banyak jumlahnya, tetapi harganya murah harganya. Sedangkan sedikit amal tetapi berkualitas ( dikerjakan dengan baik ) adalah seperti sedikit pakaian tetapi mahal harganya.
Amal yang berkualitas ( dikerjakan dengan baik ) adalah seperti sebuah intan berlian, kecil bentuknya tetapi mahal harganya. Orang yang menjadikan hatinya selalu ingat kepada Allah swt dan berjuang untuk melindungi hatinya dari pengaruh hawa nafsu, maka itu lebih utama daripada banyak melakukan shalat dan puasa sunah ( tetapi hatinya dikuasai hawa nafsu ).
Orang yang melakukan shalat dengan hati lalai adalah seperti seseorang yang menghadiahkan seratus peti kosong kepada seorang raja, tentunya sang raja akan marah dan selalu mengingat perbuatan buruknya ini.
Sedangkan orang yang shalat dengan hati yang hadir ( khusyuk ), adalah seperti seorang yang menghdiahkan sebutir intan berlian seratus dinar kepada seorang raja, sang raja pun akan mengingat dan memujinya selalu."

"suatu perbuatan paling berbahaya yang harus kamu waspadai adalah dosa-dosa kecil. Sebab, ketika berbuat dosa besar, engkau menyadari bahayanya dan segera bertobat. Tetapi, terhadap dosa-dosa kecil, engkau seringkali meremehkannya dan tidak bertobat darinya. Engkau seperti seorang diselamatkan oleh Allah swt dari kejaran seekor harimau ( pemisalan dosa besar ), tetapi kemudian bertemu dan diterkam oleh lima puluh ekor srigala ( pemisalan dosa kecil ).
Allah Ta'ala mewahyukan :
وتحسبونه هينا وهو عند اللّه عظيم

Kalian menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah swt adalah besar. ( An-Nur, 24 : 15 ).
Dosa besar jika disandarkan pada kemurahan Allah swt menjadi kecil. Sedangkan dosa-dosa kecil jika kau lakukan secara terus-menerus menjadi dosa besar. Racun meskipun sedikit mampu membunuh. Dosa kecil itu ibarat percikan-percikan api. Percikan api kadang mampu membakar sebuah kota. Dan pada hakikatnya api yang berkobar berasal dari percikan-percikan api kecil."

"Ukurlah dirimu dengan shalat. Jika ketika shalat engkau tidak memikirkan segala sesuatu selain Allah swt, maka berbahagialah. Tetapi, jika tidak demikian, maka tangisilah dirimu setiap kali kau gerakkan kakimu menuju shalat.
Pernahkah engkau melihat seorang kekasih tidak ingin bertemu kekasihnya? Allah Ta'ala mewahyukan :
إنّ الصّلاة تنهى عن الفحشآء والمنكر

Sesungguhnya shalat akan mencegah dari ( perbuatan-perbuatan ) keji dan mungkar.
( Al-Ankabut, 29 : 45 )
Barangsiapa ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah swt, maka ia perhatikan bagaimana shalatnya, ia kerjakan dengan tenang dan khusyuk, atau dengan tergesa-gesa dan lalai. Jika shalat tersebut ternyata kau lakukan dengan lalai dan tergesa-gesa, maka taburkanlah pasir ke wajahmu.
Seseorang yang duduk bersama penjual parfum akan mencium aroma wanginya. Sedangkan shalat adalah sebuah ibadah yang seakan-akan kita sedang duduk bersama Allah swt. Jika engkau duduk bersama Allah swt, tetapi tidak memperoleh apa-apa, itu tandanya dalam hatimu terdapat penyakit, entah itu kesombongan, berbangga diri atau ketidak sopanan.
Allah swt mewahyukan :
سأصرف عن آياتي الذ ين يتكبّرون في الأرض بغير الحقّ
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. ( Al-A'raf, 7 : 146 ).
Selepas shalat ia tidak pantas bergegas ( tergesa-gesa ) untuk meninggalkan tempat shalatnya. Akan tetapi, hendaknya dia berdzikir kepada Allah swt dan beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas segala kekurangan yang ia lakukan di dalam shalatnya. Berapa banyak shalat yang tidak layak untuk diterima Allah swt, tetapi setelah engkau beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas shalat tersebut, Allah swt kemudian menerimanya. Dahulu Rasulullah saw selepas shalat beristigfar sebanyak tiga kali."

"Sesungguhnya orang yang bermaksiat kepada Allah adalah dia yang tidak mengenal siksa-Nya, dan orang yang tidak taat kepada-Nya adalah dia yang tidak mengetahui pahala yang IA sediakan.
Andaikata mereka melihat siksa neraka, tentu mereka tidak akan lalai. Dan andaikata mereka melihat berbagai kenikmatan yang disediakan Allah swt bagi penghuni surga, tentu sekejap pun mereka tidak akan meninggalkan ibadah."

"Jika engkau berteman dengan para pecinta dunia, mereka akan menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt.
Rasulullah saw bersabda :
يحشر المرء على دين خليله, فلينظر أحد كم من يخالل
Seseorang akan dikumpulkan sesuai dengan agama temannya, oleh karena itu, setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan sebagai teman.
( HR. tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dengan matan berbeda ).
Sebagaimana ketika akan makan engkau memilih makanan yang enak dan tidak berbahaya dan juga ketika akan menikah kau pilih wanita cantik, maka ketika akan berteman pilihlah orang yang dapat menunjukkan kepadamu jalan menuju keridhaan Allah swt.
Ketahuilah, sesungguhnya kamu memiliki tiga teman :
1. Harta, ia akan meninggalkanmu saat kau mati.
2. Keluarga, mereka akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur.
3. Amal, ia tidak akan pernah meninggalkanmu.
Oleh karena itu, pilihlah teman yang tidak akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur dan akan akan selalu menghiburmu ( yaitu amal shaleh )."

"Jika seorang hamba sombong, merasa mulia dan berbangga diri dengan ibadahnya, kemudian dia menuntut orang lain untuk memenuhi hak-haknya dan ia sendiri tidak berusaha memenuhi hak mereka, maka orang seperti ini dikhawatirkan akan meninggal dengan cara yang buruk ( Suul khatimah ), semoga Allah swt melindungi kita darinya.
Jika seorang hamba berbuat maksiat, tetapi engkau perhatikan dia menangis, sedih, hatinya hancur, merasa hina dan merendahkan diri kepada orang-orang yang shaleh, mengunjungi mereka dan mengakui dirinya penuh kesalahan, maka orang yang seperti ini memiliki peluang untuk meninggal dengan cara yang baik ( Husnul Khatimah )."

"Jika kau ingin bermaksiat kepada Allah swt, maka lakukanlah di tempat dimana DIA tidak melihatmu dan dengan kekuatan yang tidak berasal dari-Nya, dan kedua hal ini mustahil dapat kamu lakukan, sebab semua yang kau gunakan untuk bermaksiat adalah nikmat-Nya.
Kau gunakan nikmat yang IA anugerahkan untuk bermaksiat kepada-Nya. Bahkan kau sangat ahli bermaksiat dalam berbagai bidang. Terkadang engkau menggunjing, terkadang mengadu domba dan terkadang memandang yang haram. Ibadah yang kau bangun selama tujuh puluh tahun kau robohkan dalam sekejap.
Hai penghancur ketaatan, Allah swt menjadikanmu miskin adalah agar kau berdoa' dan memohon kepada-Nya.
Hai orang yang menenggelamkan nafsunya dalam berbagai keinginan jahat dan maksiat, andai saja kau beri nafsumu hal-hal yang mubah ( tidak berdosa dan tidak berpahala ).
Mengapa engkau tidak mencintai DIA yang ketika kau berbuat buruk kepada-Nya, justru memberimu berbagai nikmat dan bermurah kepadamu?"

"Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya. Anggota tubuhmu ini seperti selokan-selokan yang bermuara ke hati. Karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu, seperti pergunjingan, pengadu dombaan, ucapan yang buruk, pandangan yang haram dan lain sebagainya.
Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal, berdzikir, membaca Al-Qur'an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala, pandangan yang kurang disukai agama dan pandangan yang haram. Jangan biarkan matamu memandang sesuatu, kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu."